Customer Service


Customer Service
PIN BB : 2752A1D1
SMS : 082 327 077771
Hotline +62321590777

Pengetahuan Bandara 2

Dangerous Goods (Barang-Barang Berbahaya)

Sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh International Air Transport Association (IATA), bahwa ada barang yang tidak boleh dibawa demi keselamatan dan keamanan penumpang karena dianggap dapat membahayakan penerbangan, yang disebut sebagai barang berbahaya dan dalam dunia penerbangan biasa disebut “dangerous goods”.

Seperti yang tertera di dalam tiket pesawat, bahwa barang-barang yang dikategorikan sebagai barang berbahaya (dangerous goods) tersebut adalah:

* Koper yang menggunakan alarm (alarm devices)
* Benda-benda berisi gas (compressed gases)
* Benda-benda yang mudah korosi (corrosives)
* Benda-benda yang bisa beroksidasi (oxidizing materials)
* Barang yang mengandung bakteri, virus (etiologic agent)
* Barang-barang yang mudah meledak (explosives)
* Barang-barang yang mudah terbakar (flammable liquids & solids)
* Barang-barang yang mengandung radio aktif ( radio-active materials)
* Barang-barang beracun (poisons)
* Barang-barang yang mengandung merkuri, magnet, dll (mercury, magnetized materials)

Meskipun demikian karena adanya kebutuhan penumpang di dalam penerbangan, maka ada beberapa barang yang termasuk dalam daftar barang berbahaya (dangerous goods), tetapi boleh dibawa selama penerbangan dengan jumlah yang terbatas. Untuk barang-barang tersebut harus ada ijin/ persetujuan dari perusahan penerbangan (airlines operator).

KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan)

Sesuai dengan ICAO ANNEX 14 Vol 1 Chapter 4 “OBSTACLE RESTRICTION AND REMOVAL” serta Keputusan Menteri Perhubungan KM 48 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Bandar Udara Umum yang mengatur tentang Kawasan keselamatan Operasi Penerbangan menyaratkan bahwa kawasan udara di sekitar bandar udara harus bebas dari segala bentuk hambatan yang akan mengganggu pergerakan pesawat udara dengan menetapkan batasan ketinggian tertentu terhadap objek-objek di sekitar bandar udara.

Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan adalah wilayah daratan dan/atau perairan dan ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan.

Pada KKOP tidak dibenarkan adanya bangunan atau benda tumbuh, baik yang tetap (fixed) maupun dapat berpindah (mobile), yang lebih tinggi dari batas ketinggian yang diperkenankan sesuai dengan Aerodrome Reference Code (Kode Referensi Landas Pacu) dan Runway Classification (Klasifikasi Landas Pacu) dari suatu bandar udara.

KKOP suatu bandara merupakan kawasan yang relatif sangat luas, mulai dari pinggir landas pacu yang disebut runway strip membentang sampai radius 15 km dari ARP dengan ketinggian berbeda-beda sampai 145 m relatif terhadap AES. Kawasan permukaan yang paling kritis terhadap adanya halangan (obstacle) adalah Kawasan Pendekatan dan Lepas landas (approach and take off), Kawasan Kemungkinan Bahaya Kecelakaan, Kawasan di Bawah Permukaan Transisi, dan Kawasan di Bawah Permukaan Horizontal Dalam.

Pada zona horizontal dalam, maksimal ketinggian bangunan di sekitar bandara yang diizinkan adalah 45 meter. Zona area dalam dihitung sejajar mulai dari ujung bahu landasan hingga radius 4 kilometer.

Untuk wilayah yang termasuk dalam kawasan radar, maksimal ketinggian bangunan yang diizinkan adalah 15 meter atau sejajar dengan ketinggian radar. Perhitungan ini dilakukan sejauh 3 kilometer dari lokasi radar. Jika ada bangunan yang ketinggiannya melebihi dari yang ditetapkan, maka akan mengganggu operasional radar dan terjadi blank spot area.

CIQ (Custom Immigration Quarantine / Bea Cukai, Imigrasi, Karantina)

Bagi para penumpang pada penerbangan internasional dalam rangka kegiatan wisata atau perjalanan dari dan ke luar negeri dipastikan melalui proses pemeriksaan petugas Bea & Cukai, Imigrasi dan Karantina yang dikenal dengan sebutan CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), yaitu lembaga pemerintahan yang bertugas mengatur, mengawasi dan mengamankan lalu-lintas keluar masuknya manusia, barang-barang dan mahluk hidup lainnya demi tegaknya kewibawaan pemerintah suatu Negara.

Proses pemeriksaan dokumen perjalanan (document clearance) ini wajib dilaksanakan karena merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi Negara yang akan ditinggalkan atau Negara yang akan dikunjungi maupun Negara yang dilalui oleh penumpang bersangkutan. Dokumen perjalanan tersebut antara lain:

Dokumen perjalanan tersebut antara lain:

  • Paspor (dokumen perjalanan resmi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah suatu negara)
  • Visa (ijin memasuki wlayah negara lain)
  • Exit / Reentry Permit (ijin meninggalkan / kembali lagi)
  • Surat Keterangan Sehat (health certificate)

Penerapan peraturan dan ketentuan CIQ antara Negara satu dengan Negara lainnya tentunya tidak sama.

1. Bea Cukai (Customs)
Untuk mengatur mengawasi serta mengamankan keluar masuknya barang impor dan ekspor dilaksanakan oleh petugas Bea Cukai (Ditjen Bea Dan Cukai). Di Bandar udara Internasional secara umum dikatakan bahwa tugas Dijen. Bea dan Cukai selain melaksanakan pemungutan bea cukai juga mencegah dan pemberantasan penyelundupan serta mengawasi masuknya orang asing tanpa ijin. Dalam rangka memberi kemudahan, kelancaran dalam pelayanan proses pemeriksaan Bea dan Cukai di Bandar Udara dibuat suatu sistim pelayanan penumpang dengan memakai “Jalur Hijau” dan “Jalur Merah” sehingga dapat menciptakan rasa senang bagi para penumpang yang melaksanakan proses pemeriksaan.

  • Jalur Hijau (Green Channels)
    Adalah jalur yang disediakan bagi penumpang datang / berangkat yang berdasarkan ketentuan tidak diwajibkan memberitahukan barang bawaannya kepada petugas Bea & Cukai.
  • Jalur Merah (Red Channels)
    Adalah jalur yang disediakan bagi penumpang datang / berangkat yang berdasarkan ketentuan diwajibkan memberitahukan barang bawaannya kepada petugas Bea & Cukai.
    Keterangan selengkapnya dapat menghubungi: www.beacukai.go.id
  • Fiskal Luar Negeri
    Sebagaimana kita ketahui bahwa aturan mengenai Fiskal Luar Negeri sejak 1 Januari 2009 telah mengalami perubahan dimana TIDAK SEMUA orang yang ke luar negeri harus bayar Fiskal Luar Negeri. Berikut adalah tata cara mendapatkan pembebasan Fiskal Luar Negeri sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 1/PJ/2009 Tentang Tata Cara Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 53/PJ/2008 tentang Cara Pembayaran, Pengecualian dan Pengelolaan Administrasi Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri :

    • Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri yang memiliki NPWP
      Wajib Pajak atau penumpang tujuan Luar Negeri menyerahkan fotocopy Kartu NPWP/SKT/SKTS, fotocopy paspor dan boarding pass ke petugas UPFLN.
    • Wajib Pajak lainnya yang dikecualikan
      • Dibebaskan secara langsung.
      • Dibebaskan melalui penerbitan SK BFLN.
    • Wajib Pajak yang Wajib Bayar Fiskal Luar Negeri, adalah :
      • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang tidak memiliki NPWP dan telah beruasia 21 (dua puluh satu) tahun yang akan bertolak ke luar negeri wajib membayar FLN . Termasuk Wajib Pajak orang pribadi sebagaimana dimaksud di atas adalah istri atau suami, anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya Wajib Pajak sebagaiman dimaksud di atas dan diakui oleh Wajib Pajak tersebut berdasarkan dokumen pendukung dan hukum yang berlaku.
    • Besarnya Fiskal Luar Negeri (FLN)
      • Besarnya FLN yang wajib dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah: Rp. 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap orang setiap kali bertolak ke luar negeri dengan menggunakan pesawat udara.
      • Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) untuk setiap orang setiap kali bertolak ke luar negeri dengan menggunakan angkutan laut.
    • Pembayaran Fiskal Luar Negeri (FLN)
      Pelunasan FLN harus dilakukan di:

      • Bank yang ditunjuk oleh Kantor Wilayah atau Kepala KPP sebagai penerima pembayaran FLN.
      • UPFLN tertentu yang dapat menerima pembayaran jika di bandar udara tempat pemberangkatan ke luar negeri tidak terdapat bank penerima pembayaran
      • Tempat lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak
    • Keterangan selengkapnya dapat menghubungi: www.ditjenpajak.go.id

2. Imigrasi (Immigration)
Tugas instansi Imigrasi adalah mengatur , mengawasi dan mengamankan kelengkapan dokumen perjalanan manusia. Bagi setiap warga Negara yang akan datang atau bepergian dari/ ke luar negeri melalui bandar udara/ pelabuhan pada saat proses pendaratan/ pemberangkatan wajib memenuhi persyaratan formalitas keimigrasian yang tidak boleh dilanggar yaitu dengan melaporkan kedatangan/ keberangkatan kepada petugas Imigrasi di bandara atau pelabuhan yang telah ditetapkan.

  • Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS)
    Sesuai Kepres.No.103 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden No.18 Tahun 2003 bahwa Bebas Visa Kunjungan Singkat adalah kunjungan tanpa Visa yang diberikan sebagai pengecualian bagi orang asing warga Negara dari Negara-negara tertentu yang bermaksud mengadakan kunjungan ke Indonesia dalam rangka:
    a. Berlibur;
    b. Kunjungan sosial budaya;
    c. Kunjungan usaha dan;
    d. Tugas pemerintahan.

    Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVSK) ini diberikan semata-mata untuk kepentingan kunjungan berdasarkan asas manfaat, saling menguntungkan, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.
    Fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) diberikan kepada 11 negara, yaitu:
    - Thailand
    - Malaysia
    - Singapore
    - Brunei Darussalam
    - Philipina
    - Hongkong (SAR)
    - Macao (SAR)
    - Chile
    - Maroko
    - Peru
    - Vietnam

    Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) diberikan selama 30 (tiga puluh hari); Dalam hal terjadi Bencana Alam, Kecelakaan atau Sakit dapat diperpanjang setelah mendapat persetujuan Menteri.

  • Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK)
    Visa Kunjungan Saat Kedatangan yang populer disebut Visa On Arrival (VOA) diberikan kepada orang asing warga Negara lain yang tidak mendapat Fasilitas BVKS
    Biaya VKSK, yaitu:
    a. US$ 10 per orang untuk 3 (tiga) hari.
    b. US$ 25 per orang untuk 30 (tiga puluh) hari.

    Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang berwenang memberi VKSK (VOA) di Bandar Udara Internasional di Indonesia :
    a. Polonia – Medan
    b. Sultan Syarif Karim – Pekanbaru
    c. Tabing – Padang
    e. Soekarno Hatta – Jakarta
    f. Juanda – Surabaya
    g. Ngurah Rai – Denpasar
    h. Sam Ratulangi – Manado
    i. Halim Perdana Kusuma – Jakarta
    j. Adi Sucipto – Jogyakarta
    k. Adi Sumarmo – Surakarta
    l. Selaparang – Mataram
    m. Sepinggan – Balikpapan
    n. Hasanuddin – Makassar
    o. El Tari – Kupang

    Keterangan selengkapnya dapat menghubungi: www.imigrasi.go.id

3. Karantina (Quarantine)
Tugas Karantina yaitu untuk mengatur, mengawasi dan mengamankan segala sesuatu yang menyangkut masalah kesehatan masyarakat, hewan dan tumbuh-tumbuhan serta dampaknya terhadap lingkungan di suatu Negara bersangkutan, sehingga dapat mencegah dan menghindari adanya penyakit menular yang dibawa oleh penumpang datang/ berangkat ke luar negeri maupun terhadap hewan ternak serta flora dan fauna yang dilindungi. Proses pemerikasaan Karantina di bandar udara dilaksanakan oleh petugas Karantina dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) suatu lembaga dibawah Departemen Kesehatan.
Keterangan selengkapnya dapat menghubungi: www.depkes.go.id

Proses Pelaporan Penumpang (Check-in)

Pelaporan penumpang dilaksanakan oleh petugas maskapai penerbangan (operator) pada meja pelaporan keberangkatan yang berada di masing-masing Check-in counter, meliputi:

  • Pengecekan daftar penumpang (sitem komputerisasi atau manual), sesuai dengan daftar reservasi (PNL/ Passanger Name List)
  • Pemberian Boarding Pass, yaitu bukti sah bagi setiap penumpang untuk memasuki pesawat terbang, yang berisi informasi: nama penumpang, nomor penerbangan, nomor tempat duduk, tujuan, jam keberangkatan, nomor pintu keberangkatan (gate)
  • Dalam proses kelancaran pelayanan bagasi penumpang, setelah penimbangan barang secara akurat maka dilakukan labelling dengan cara identifikasi dengan pemberian label barang, yang terdiri dari:
    a. Identification tag, yaitu label untuk ditempel/ dilekatkan pada barang berisi informasi: bandara tujuan, nomor seri dan berat barang.
    b. Claim tag, yaitu diberikan kepada penumpang sebagai tanda bukti pengambilan di bandara tujuan, berisi informasi nomor seri dan berat barang.

    Bagi para penumpang diingatkan untuk selalu mengunci tas / koper yang akan dibagasikan.

  • Pemindahan barang/ bagasi penumpang dari check in counter ke baggage area digunakan baggage conveyor, selanjutnya dibawa ke pesawat dengan kereta barang. Dan untuk pengiriman barang tanpa orang dikirim melalui cargo.

Jasa Kebandarudaraan PJP2U / PSC dan Donasi

  • Untuk memasuki ruang tunggu Bandar Udara Sepinggan Balikpapan (Sesuai SK. Direksi PT. AP-I No: 23 / KU.20.1.5 / 2002 , tanggal: 23 Mei 2002) , maka bagi setiap penumpang wajib membayar jasa kebandarudaraan untuk Pelayan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar Rp.15.000,–/ penumpang domestik, dan sebesar Rp. 75.000,–/ penumpang internasional. (Untuk masing-masing bandara tarif disesuaikan kelas bandara).
  • Dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan bagi setiap penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara di Bandar Udara Sepinggan dikenakan Sumbangan Pihak Ketiga berupa Donasi, sebesar Rp. 5.000,- per orang (Sesuai PERDA Kota Balikpapan No. 39 Tahun 2000 dan Keputusan Walikota Balikpapan No.8 /2003).

Penanganan Khusus (Special Handling):

  • Penumpang Bayi (Infants).
  • Penumpang Anak-anak (Child).
  • Penumpang Wanita Hamil (Expectant Mother).
  • Penumpang Orang Sakit (Sick Passenger).
  • Hewan Pemeliharaan (Pets).
  • Bagasi Khusus.
  • Barang Berharga
    Untuk mencegah terjadinya kerusakan dan kehilangan barang berharga seperti uang, perhiasan, dokumen-dokumen, barang elektronik (CD; video camera; TV) dll, serta surat-surat berharga atau sejenisnya, maka bagi penumpang pengguna jasa penerbangan disarankan dan diingatkan oleh petugas untuk tidak menyimpan atau tidak menempatkan barang berharga karena maskapai penerbangan (pengangkut) tidak bertanggung jawab terhadap barang tersebut jika dimasukkan kedalam bagasi.
  • Barang-barang/ benda yang mudah pecah/ rusak (fragile) yang dimuat di kabin diberlakukan tersendiri sesuai dengan peraturan dari masing-masing maskapai penerbangan yang bersangkutan.

Bagasi
Bagasi cuma-cuma yang diperbolehkan diangkut bagi para penumpang (antara airline berbeda),pada umumnya untuk orang dewasa atau anak (berumur 2 tahun ke atas membayar penuh) sesuai dengan yang tertera di tiket (flight cupon) dibatasi sebagai berikut:
a. Kelas Utama (F Class) : 40 kg/ orang
b. Kelas Bisnis (C Class) : 30 kg/ orang
c. Kelas Ekonomi (Y Class) : 20 kg – 30 kg/ orang Penumpang
d. bayi ( infant) dibawah umur 2 (dua) tahun tidak memperoleh jatah bagasi cuma-cuma, tetapi diperbolehkan membawa makanan bayi, pakaian dan kereta bayi secukupnya.

Untuk bagasi yang beratnya melebihi jatah yang sudah ditentukan, penumpang dikenakan sanksi berupa wajib membayar bea tambahan berat (excess baggage charge) kepada maskapai penerbangan yang bersangkutan.

Bagasi Cuma-Cuma
Disamping bagasi cuma-cuma sebagaimana tertera pada tiket, ada barang-barang bawaan tanpa ditimbang yang dibawa sendiri oleh penumpang dapat pula dibawa dengan cuma-cuma (free baggage allowance) kedalam kabin pesawat selama dalam penerbangan, antara lain:

  • Tas tangan wanita, beauty Case, tas kantor, atau dompet uang.
  • Lap top, mesin ketik portable.
  • Baju mantel atau selimut.
  • Alat potret (kamera) kecil dan atau alat penglihat jauh (binoculars)
  • Satu payung atau tongkat.
  • Buku bacaan yang pantas untuk keperluan selama penerbangan.
  • Kursi roda yang dapat dilipat untuk orang lumpuh dan atau alat pembantu lain yang dipergunakan semata-mata oleh penumpang yang tidak dapat berjalan sendiri.

    Demi menjaga kenyamanan penumpang selama dalam penerbangan, maka untuk penempatan barang bagasi tersebut harus:

  • Diletakkan di rak barang yang berada di atas tempat duduk penumpang.
  • Diletakkan di bawah kursi.
  • Dibawa pengawasan dan menjadi tanggung jawab penumpang sendiri.

Barang Tanpa Identitas
Jika penumpang dan atau pengguna jasa bandara menemukan dan mencurigai adanya barang yang tertinggal tanpa identitas (tidak memiliki identitas) di Kawasan Bandar Udara, untuk mecegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan maka diharap segera menginformasikan kepada petugas keamanan bandar udara.

Pemeriksaan Barang (Security Check)

Dalam pelaksanaan pemberian jasa pelayanan pada proses keberangkatan , disaat penumpang memasuki pintu keberangkatan (check-in area) dan sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan (boarding lounge/ waiting room) di Bandara Sepinggan akan dilakukan pemeriksaan oleh Petugas Pengamanan Bandara (Airport Security). Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan cara penanganan standart sesuai dengan SOP (Standart Operating Procedure) yang telah ditetapkan, sehingga di dalam pelaksanaannya tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Barang yang telah melalui proses pemeriksaan diberi tanda (label) security check oleh petugas keamanan bandar udara.

Proses pemeriksaan barang dilakukan oleh pihak penyelenggara bandar udara dalam hal ini PT. (Persero) Angkasa Pura I Bandar Udara Sepinggan Balikpapan.

Petugas pengamanan bandar udara diwajibkan memeriksa semua bagasi penumpang dengan teliti dan seksama pada saat penumpang mulai memasuki daerah check-in.
Fasilitas pemeriksaan barang cabin & bagasi yang wajib dipergunakan di bandara untuk pengamanan (security check), antara lain:

  • X-ray Bagage Detector
    untuk mendeteksi barang bagasi
  • Metal Detector
    untuk medeteksi barang bawaan yang tersimpan disekitar tubuh atau didalam busana penumpang / body search
  • Walktrough
    untuk medeteksi barang bawaan yang tersimpan disekitar tubuh atau didalam busana penumpang / body search
  • Explosive Detector
    untuk barang berbahaya atau bahan peledak

Terkait dengan aspek tingkat pelayanan (level of service) di Bandar Udara, proses pemeriksaan penumpang dibedakan pada kondisi normal dan kondisi khusus.

  • Kondisi normal, yaitu proses pemeriksaan sekuriti terhadap penumpang dan barang yang tidak memerlukan pemeriksaan lanjut.
  • Kondisi khusus, yaitu proses pemeriksaan sekuriti terhadap penumpang dan barang yang memerlukan pemeriksaan lanjut, antara lain body search.
    (Untuk pemeriksaan Khusus dilaksanakan di ruang yang telah disediakan oleh pihak pengelola bandar udara)

Artikel Terkait

  • Pengetahuan Bandara 1Pengetahuan Bandara 1 Fasilitias Navigasi dan Pengamatan Fasilitas Navigasi dan Pengamatan, adalah salah satu prasarana penujang operasi bandara, dibagi menjadi dua kelompok peralatan, yaitu : Pengamatan Pen...
  •  Mandala Airlines berganti nama jadi Tigerair Mandala Mandala Airlines berganti nama jadi Tigerair Mandala Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Mandala Airlines mengubah namanya menjadi "Tigerair Mandala" semenjak bermitra dengan Tigerair Group yang juga telah mengubah nama brand dari Tiger Airw...
  • Lion Air Datang, Harga Tiket Pekanbaru-Medan BerguguranLion Air Datang, Harga Tiket Pekanbaru-Medan Berguguran PEKANBARU--MICOM: Kehadiran perusahaan penerbangan Lion Air yang meramaikan rute penerbangan Pekanbaru-Medan pada awal Desember 2010 telah menjatuhkan harga tiket pesawat rute tersebut. "Sejak L...
  • Tiket Promo Lion AirTiket Promo Lion Air Tiket-pesawatmurah.com menyediakan info harga tiket pesawat lion air dimana tiket pesawat lion air merupakan tiket pesawat yang paling banyak dicari oleh para konsumen. Kami melayani booking tike...
  • Informasi Bagasi CitilinkInformasi Bagasi Citilink Bagian ini menyediakan informasi yang bermanfaat tentang bagasi yang harus diketahui penumpang saat mengepak bagasi demi menjaga kenyamanan penerbangan. Bagasi yang bisa di check-in secara cuma-...
  • Denda Keterlambatan Pesawat (Kepmenhub No 77 Tahun 2011) di berlakukan.Denda Keterlambatan Pesawat (Kepmenhub No 77 Tahun 2011) di berlakukan. (Jakarta, 2/1/2012)  Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara mulai diimplementasikan per 1 Januari 2012. Aturan tersebut dibuat agar mas...

Leave a Reply